Welcome

Welcome

Selamat datang di Blog OSIS SMP Negeri 1 Mancak. Sarana yang memprakarsai segala kegiatan yang berhubungan dengan kesiswaan dan keorganisasian. Suarakan aspirasi anda untuk kemajuan SMP Negeri 1 Mancak.


Senin, 14 November 2011

10 Alasan baik mengapa kita perlu berdo'a dengan tekun



1. Mengurangi daya stress yang ditimbulkan oleh beraneka ragam persoalan hidup yang kita alami, mereka yang suka malas berdo'a akan lebih mudah untuk mengalami stress

2. Menurunkan tingkat emosi atau kemarahan mereka yang lebih sering berdoa akan lebih mampu mengendalikan diri dalam hal emosi dan kemarahan mereka yang sedang mau marah dan kemudian berdoa niscaya emosinya menjadi stabil

3. Mengurangi bahkan menghilangkan rasa putus asa mereka yang tekun berdoa akan memiliki kemampuan lebih untuk tidak mudah putus asa saat berada dalam kegagalan dibanding mereka yang jarang bahkan sama sekali malas berdoa

4. Meningkatkan ketegaran hati mereka yang lebih tekun berdo'a akan lebih tegar menghadapi peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar yang dikehendakinya bahkan peristiwa pahit sekalipun

5. Meningkatkan daya tahan tubuh dari penyakit-penyakit yang disebabkan gangguan psikis dengan ketekunan dalam berdoa, seseorang akan memiliki daya tahan secara fisik karena mampu untuk menghadapi dan menjalani kehidupan dengan segala peristiwanya dalam terang Kehendak Allah, sehingga tubuh tidak menjadi mudah lemah karena beban pikiran dan pekerjaan (bhs Jawa Nrimo)

6. Membuat orang menjadi lebih terbuka terhadap kelemahan dan kekurangan sesama mereka yang tekun berdoa dengan baik memiliki sikap yang lebih terbuka terhadap sesamanya karena ia akan terbantu dalam doa-doanya untuk menyadari juga kelemahan-kelemahan nya sendiri

7. Meningkatkan daya cinta kasih kepada diri sendiri dan orang lain ketekunan dalam doa membuat seseorang memiliki relasi intim dengan Tuhan Allah. Allah sendiri adalah kasih maka mereka yang tekun berdoa niscaya memiliki daya cinta kasih yang lebih kepada diri sendiri dan sesamanya. Mereka yang terjerumus dalam narkoba pastilah orang yang tidak tekun berdoa karena tidak mampu mencintai dan mengasihi diri sendiri

8. Meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan diri. Seseorang yang dalam hidupnya tekun untuk berdoa akan memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengembangkan diri dengan lebih maksimal, karena ia akan semakin memahami talenta-talenta yang Tuhan berikan dan bagaimana seharusnya dikembangkan

9. Menjadikan yang tidak baik menjadi baik setiap orang yang tekun berdoa akan memiliki kemampuan untuk merubah yang tidak baik menjadi baik, dibandingkan mereka yang malas berdoa justru menjadikan yang baik menjadi buruk

10. Layak menerima keselamatan. Dengan berdoa tekun seseorang mendapatkan kesempatan untuk semakin kuat dan bahkan karena relasinya yang baik dengan Allah selagi di dunia ini ia juga akan mengalami yang sama kelak di keabadian.

Sabtu, 12 November 2011

Bagaimana Embun Terjadi?


Pengertian embun

Dalam kamus umum bahasa Indonesia, embun diartikan titik-titik air yang jatuh dari udara (pada malam hari). Secara umum, embun adalah nama yang diberikan untuk bintik-bintik air yang sering dijumpai menempel pada daun-daunan, dan rumput.

Proses terjadinya embun

Embun terbentuk ketika udara yang berada di dekat permukaan tanah menjadi dingin mendekati titik dimana udara tidak dapat lagi menahan semua uap air. Kelebihan uap air itu kemudian berubah menjadi embun di atas benda-benda di dekat tanah. Sepanjang hari benda-benda menyerap panas dari matahari. Sedangkan di malam hari benda-benda kehilangan panas tersebut melalui suatu proses yang disebut radiasi termal. Ketika benda-benda di dekat tanah menjadi dingin, suhu udara disekitarnya juga menjadi berkurang. Udara yang lebih dingin tidak dapat menahan uap air sebanyak udara yang lebih hangat. Jika suhu udara bertambah semakin dingin, maka akhirnya akan mencapai titik embun. Titik embun adalah suhu dimana udara masih sanggup menahan uap air sebanyak mungkin. Bila suhu udara semakin bertambah dingin, sebagian uap air akan mengembun di atas permukaan benda yang terdekat

Embun terbentuk dengan baik pada malam hari yang cerah dan tenang. Ketika angin bertiup, udara tidak cukup waktu untuk bersentuhan dengan benda-benda dingin, sehingga membutuhkan lebih banyak waktu untuk menjadi dingin mendekati titik embun. Ketika langit berawan benda-benda menjadi dingin lebih lama karena awan memancarkan kembali panas ke bumi. Embun juga terbentuk dengan baik ketika kelembaban tinggi.

Embun menguap ketika matahari bersinar. Matahari memanaskan tanah dan kembali menghangatkan udara. Udara yang lebih hangat dapat menahan uap air lebih banyak, dan embun menguap ke dalam udara ini.

Embun beku

Biasanya embun terbentuk pada titik embun dan kemudian membeku, disebut embun beku atau embun putih. Embun beku terbentuk ketika titik embun berada dibawah titik beku, sehingga mengakibatkan uap air yang lebih langsung membeku di atas benda-benda di dekat tanah.
Embun beku adalah sebuah pola dari kristal-kristal es yang terbentuk dari uap air di atas rumput, daun, dan benda-benda lainnya yang berada di dekat tanah. Embun beku terbentuk terutama pada malam yang dingin dan tak berawan ketika suhu udara turun di bawah 0oC yakni suhu titik beku air. Embun beku dan embun terbentuk dengan cara yang tidak jauh berbeda. Sepanjang hari permukaan bumi menyerap panas dari matahari, ketika matahari terbenam bumi mulai menjadi dingin. Turunnya suhu jauh lebih besar pada malam yang cerah dibandingkan dengan malam yang berawan, karena tidak ada awan yang memantulkan kembali panas yang dilepas oleh permukaan bumi.

Ketika proses pendinginan berlanjut, uap air di udara mengembun membentuk titik-titik embun pada benda-benda. Sebagian titik-titik embun ini membeku ketika suhu turun di bawah 0o C. Titik-titik embun yang membeku semakin bertambah ukurannya, menjadi kristal beku ketika titik-titik embun di sekelilingnya menguap dan mengumpulkan uap air di atas kristal. Pada saat suhu berada di bawah titik beku uap air kadangkala langsung berubah menjadi kristal es, tanpa harus berubah menjadi titik embun. Kristal-kristal beku muncul dalam dua macam bentuk, menyerupai piring dan pilar. Kristal yang menyerupai piring berbentuk rata dan menyerupai kristal salju. Kristal-kristal pilar berupa tiang es kosong berbentuk segi enam.

Kata beku juga bermakna suhu di bawah titik beku yang membahayakan tanaman. Pada suhu ini cairan yang berada di dalam sel-sel tanaman membeku dan mengembang, mengakibatkan pecahnya dinding-dinding sel.

Sumber : www.merbabu.com

Asal Usul Nama Rupiah, Darimana ya?



Rupiah (Rp) adalah mata uang Indonesia, kodenya adalah IDR. Nama ini diambil dari mata uang India rupee. Sebelumnya di daerah yang disebut Indonesia sekarang menggunakan gulden Belanda dari tahun 1610 sampai tahun 1817, ketika gulden Hindia-Belanda diperkenalkan.

Nama rupiah pertama kali digunakan secara resmi dengan dikeluarkannya mata uang rupiah jaman pendudukan Dai Nippon pada Perang Dunia II. Setelah perang selesai, Bank Jawa, pelopor Bank Indonesia, mengeluarkan Rupiah. Sedangkan Tentara Sekutu mengeluarkan Gulden Nica.

Sementara itu di daerah-daerah lain di di daerah yang sekarang disebut Indonesia, banyak beredar uang yang bertalian dengan aktivitas gerilya. Pada tanggal 2 November, 1949 rupiah ditetapkan sebagai mata uang nasional. Di daerah kepulauan Riau dan Papua, kala itu masih digunakan mata uang lain. Baru pada tahun 1964 dan 1971 rupiah digunakan di sana.

Di daerah Timor Timur, rupiah digunakan dari tahun 1976 – 2001. Semenjak tahun 2001 sampai sekarang digunakan dolar AS.

Sumber : netsains.com

Kamis, 10 November 2011

Makna Hari Pahlawan



Setuju!! nggak ada yg kaum muda masa kini bisa lakukan selain dgn ber-PRESTASI, dgn prestasi, maka kita punya NILAI di hadapan bangsa lain. Dengan prestasi berarti qta bangga sama INDONESIA.
I LOVE INDONESIA SO MUCH.

“Pahlawan Sejati” adalah pahlawan yang ikhlas berjuang dan tiada mengharapkan pujian ataupun gelar sebagai pahlawan.......

Pahlawan masa kini bukan sebatas pejuang secara fisik, karena yang dibutuhkan adalah pahlawan yang mampu membebaskan bangsa dari kemiskinan, kebodohan, dll.
Saat ini memang kita semua bisa jadi pahlawan untuk Indonesia, dengan menjalankan peran kita sebaik mungkin.

Kita sebagai warga negara Indonesia harus menghargai jasa para pahlawan kita..
karena bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa para pahlawannya.

Bangsa kita setiap tahun merayakan Hari Pahlawan pada 10 November. Pada saat itulah kita mengenang jasa para pahlawan yang telah bersedia mengorbankan harta dan nyawanya untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Kita memilih 10 November sebagai Hari Pahlawan karena pada tanggal tersebut 61 tahun silam para pejuang kita bertempur mati-matian untuk melawan tentara Inggris di Surabaya.

Saat itu kita hanya mempunyai beberapa pucuk senjata api, selebihnya para pejuang menggunakan bambu runcing. Namun para pejuang kita tak pernah gentar untuk melawan penjajah. Kita masih ingat tokoh yang terkenal pada saat perjuangan itu yakni Bung Tomo yang mampu menyalakan semangat perjuangan rakyat lewat siaran-siarannya radionya. Ruslan Abdul Gani yang meninggal beberapa waktu lalu, adalah salah seorang pelaku sejarah waktu itu.

Setiap tahun kita mengenang jasa para pahlawan. Namun terasa, mutu peringatan itu menurun dari tahun ke tahun. Kita sudah makin tidak menghayati makna hari pahlawan. Peringatan yang kita lakukan sekarang cenderung bersifat seremonial. Memang kita tidak ikut mengorbankan nyawa seperti para pejuang di Surabaya pada waktu itu.

Tugas kita saat ini adalah memberi makna baru kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan perkembangan zaman. Saat memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan, rakyat telah mengorbankan nyawanya. Kita wajib menundukkan kepala untuk mengenang jasa-jasa mereka. Karena itulah kita merayakan Hari Pahlawan setiap 10 November.

Akan tetapi kepahlawanan tidak hanya berhenti di sana. Dalam mengisi kemerdekaan pun kita dituntut untuk menjadi pahlawan. Bukankah arti pahlawan itu adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran? Bukankah makna pahlawan itu adalah pejuang gagah berani? Bukankah makna kepahlawanan tak lain adalah perihal sifat pahlawan seperti keberanian, keperkasaan, kerelaan berkorban, dan kekesatriaan?

Menghadapi situasi seperti sekarang kita berharap muncul banyak pahlawan dalam segala bidang kehidupan. Dalam konteks ini kita dapat mengisi makna Hari Pahlawan yang kita peringati setiap tahun pada 10 November, termasuk pada hari ini. Bangsa ini sedang membutuhkan banyak pahlawan, pahlawan untuk mewujudkan Indonesia yang damai, Indonesia yang adil dan demokratis, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Kita mencatat beberapa wilayah Indonesia masih dihantui tindakan teror. Kita membutuhkan orang yang berani untuk menangkap pelakunya. Negeri kita sedang dililit kanker korupsi yang sudah mencapai stadium terakhir. Kita membutuhkan orang-orang berani untuk memberantasnya. Seorang ilmuwan pun bisa menjadi pahlawan dalam bidangnya berkat penemuannya yang dapat menyejahterahkan orang banyak. Seorang petugas pemadam kebakaran yang tewas saat berjuang mematikan api yang sedang membakar rumah penduduk adalah pahlawan juga.

Setiap orang harus berjuang untuk menjadi pahlawan. Karena itu, hari pahlawan tidak hanya pada 10 November, tetapi berlangsung setiap hari dalam hidup kita. Setiap hari kita berjuang paling tidak menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri dan keluarga. Artinya, kita menjadi warga yang baik dan meningkatkan prestasi dalam kehidupan masing-masing. Mahasiswa Universitas Trisakti yang tewas ditembak dalam perjuangan reformasi sewindu lalu adalah pahlawan, meskipun negara belum menobatkan mereka sebagai pahlawan.

Memang tidak mudah untuk menjadi pahlawan. Mungkin lebih mudah bagi kita menjadi pahlawan bakiak, yaitu suami yang patuh (takut) kepada istrinya. Atau menjadi pahlawan kesiangan, yakni orang yang baru mau bekerja (berjuang) setelah peperangan (masa sulit) berakhir atau orang yang ketika masa perjuangan tidak melakukan apa-apa, tetapi setelah peperangan selesai menyatakan diri pejuang.

Hari ini kita merayakan Hari Pahlawan untuk mengenang jasa para pejuang pada masa silam. Kita bertanya pada diri sendiri apakah kita rela mengorbankan diri untuk mengembangkan diri dalam bidang kita masing-masing dan mencetak prestasi dengan cara yang adil, pantas dan wajar. Itulah pahlawan sekarang.

Kewajiban dan Rincian Tugas Pengurus OSIS



Kewajiban Pengurus OSIS secara umum
  1. Menyusun dan melaksanakan program kerja sesuai dengan AD/ART OSIS
  2. Selalu menjunjung tinggi nama baik, kehormatan dan martabat sekolah
  3. Selalu berkonsultasi dengan pembina


Rincian Tugas Pengurus secara Khusus
  1. Ketua
  1. Memimpin organisasi dengan baik dan bijaksana
  2. Mengkoordinasikan semua aparat kepengurusan
  3. Menetapkan kebijaksanaan yang telah dipersiapkan dan direncanakan oleh aparat kepengurusan
  4. Memimpin rapat
  5. Menetapkan kebijaksanaan dan mengambil keputusan berdasarkan musyawarah mufakat
  6. Setiap saat mengevaluasi kegiatan aparat kepengurusan
  1. Wakil ketua
  1. Bersama-sama ketua menetapkan kebijakan
  2. Memberikan saran kepada ketua dalam pengambilan keputusan
  3. Menggantikan ketua jika ketua berhalangan
  4. Membantu ketua dalam melaksanakan tugasnya
  5. Bertanggungjawab kepada ketua
  6. Wakil ketua I mengkoordinir wakil sekretaris I dan sekretaris bidang I, II, III dan IV, wakil ketua II mengkoordinir wakil sekretaris II, sekretaris bidang V, VI, VII, dan VIII
  1. Sekretaris
  1. Memberi saran/masukan kepada ketua dalam mengambil keputusan
  2. Mendampingi ketua dalam memimpin rapat
  3. Menyiapkan, mendistribusikan dan menyimpan surat serta arsip yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan
  4. Menyiapkan laporan, surat, hasil arapt dan evalauasi kegiatan
  5. Bersama ketua menandatangani setiap surat
  6. Bertanggung jawab atas tertib administrasi organisasi
  7. Bertindak sebagi notulis dalam rapat, atau diserahkan kepada wakil sekretaris

  1. Wakil Sekretaris
  1. Aktif membantu pelaksanaan tuagas sekretaris
  2. Menggantikan sekretaris, jika sekretaris berhalangan
  3. Masing-masing wakil sekretaris mengkoordinir sekretaris bidang I, II, III, dan IV, Wakil sekretaris bidang V, VI, VII, dan VIII
  1. Bendahara dan wakil bendahara
  1. Bertanggungjawab dan mengetahui segala pemasukan/pengeluaran uang/biaya yang diperlukan
  2. Membuat tanda bukti kuitansi setiap pemasukan/pengeluaran uang untuk pertanggungjawaban
  3. Bertanggungjawab atas inventaris dan perbendaharaan
  4. Menyampaiakan laporan keuangan secara berkala

  1. Sekretaris Bidang
Bertanggungjawab atas seluruh kegiatan yang menjadi tanggungjawabnya
Melaksanakan kegiatan yang telah diprogramkan
Menyampaikan laaporan pertanggungjawaban kegiatan kepada pengurus pada akhir kegiatan

Pokok-pokok kegiatan sekretaris bidang
Bidang ketakwaan terhadap Tuhan YME :
* Melaksanakan ibadah
* Memperingati hari besar agama
* Mengadakan lomba bersifat kegamaan
* dll

Bidang kehidupan berbangsa dan bernegara
* Melaksanakan upacara bendera
* Melaksanakan bakti sosial
* Memelihara kelestraian dan keindahan lingkungan sekolah
* dll

Bidang Pendidikan Pendahuluan Bela Negara :
* Melaksanakan tata tertib sekolah
* Melaksanakan PBB
* Melaksanakan wisata siswa, mendaki gunung, napak tilas dsb.
* dll

Bidang Kepribadian dan Budi Pekerti Luhur :
* Melaksanakan tata karama siswa
* Melaksanakan kegiatan amal untuk meringankan penyandang cacat, orang 
   jompo, orang yang tertimpa musibah bencana alam
* Melaksanakan P4 (sekarang kewarganegaraan)
* dll

Bidang Berorganisasi, Pendidikan Politik dan Kepemimpinan :
* Memantapkan OSIS dan mengembangkan program OSIS
* Melaksanakan Latihan Kepemimpinan Siswa
* Menyelenggaran forum diskusi ilmiah
* Melaksanakan penataran/pelatihan pancasila dan kewarganegaraan
* dll

Bidang Ketrampilan dan Kewiraswastaan :
* Meningkatkan usaha koperasi sekolah
* Melaksanakan Praktek Kerja Nyata (PKN)
* Membuat ketrampilan dengan bahan bekas
* dll
Bidang Kesegaran Jasmani dan Daya Kreasi Siswa :
* Menyelenggarakan lomba Olahraga
* Menyelenggarakan senam pagi
* Melaksanakan pencegahan penyalahgunaan narkotika
* Pelestarian lingk. hidup yang dikreasikan berupa : penghijaun, perbaikan   
   selokan, dll.
* Gerakan kebersihan lingkungan yang dikreasikan berupa : membersihan 
   corat-coret di dinding, meja, kursi, dsb.
* Menciptakan barang-barang yang tak berguna menjadi berguna dan bernilai
* dll

Bidang Persepsi, Apresiasi dan Kreasi Seni :
* Menyelenggaraakan berbagai macam pentas seni
* Menyelenggarakan lomba lawak, panggung remaja, deklamasi/baca puisi
* Menyelenggarakan sanggar berbagai macam seni, dan
* Kegiatan lainnya 


    Selamat bekerja semoga sukses, semua kita bisa.
    Hidup …... !!!!! OSIS SMP Negeri 1 Mancak
 

Rabu, 09 November 2011

Sopan Santun



Sopan santun, tata krama, Unggah ungguh atau etiket adalah kata yang berbeda tetapi mempunyai arti yang sama, yaitu aturan-aturan baik yang tertulis maupun tidak tertulis dan sudah menjadi adat istiadat yang harus kita patuhi, jalani dan dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Apabila kita tidak menjalankannya maka kita akan dianggap orang yang aneh, berbeda atau tidak aturan.

Dalam budaya Jawa maka tata krama atau unggah ungguh sudah ada sejak dahulu kala dan selalu diajarkan secara turun temurun oleh kakek nenek buyut kita atau bahkan nenek moyang kita yang selalu kita dengar ceritanya sejak kecil sampai saat ini.

Dalam era modern seperti sekarang ini masih banyak etiket atau tata krama yang harus kita pegang dan junjung tinggi karena memang mengandung nilai-nilai luhur yang sangat sulit untuk dihilangkan. 

Tata krama itu ada dalam kehidupan kita sehari-hari baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, tetangga, lebih-lebih lingkungan kerja atau bisnis. Setiap langkah kehidupan kita selalu ada tata krama nya, misal dalam lingkungan keluarga jika kita akan pergi sejak kecil kita dididik untuk pamit kepada orang tua atau yang ada dirumah, jika bertamu wajib kulo nuwun dan saat pulang wajib pamit kepada tuan rumah. Saat kecil saya selalu dididik untuk berpamit juga kepada orang tua atau keluarga yang saya datangi, sehingga secara tidak langsung saya juga mengenal keluarga dari teman yang saya kunjungi.

Demikian juga saat mengantar teman wanita dari suatu kegiatan lebih-lebih jika sampai malam hari, maka saya wajib mengantarkan sampai di rumah dan bertemu dengan orang tua atau keluarganya dan menyerahkan kepada kepada mereka, dalam hal ini akan terasa kebenaran dari pepatah “datang tampak muka pergi tampak punggung”.

Dalam kehidupan sehar-hari kita harus membiasakan dengan unggah ungguh yang sangat sederhana yaitu selalu mengucapkan SaToMaTe atau Salam Tolong Maaf dan Terima kasih.

Salam adalah sapaan yang paling awal kita ucapkan kalau kita bertemu dengan seseorang misal :
Assalamu’alakum, Selamat Pagi, siang atau malam, Hallo, Apa kabar dan biasanya disertai dengan anggukan kepala, jabat tangan dan yang tidak kalah penting adalah senyum yang tulus.

Ucapan Maaf harus kita sampaikan jika kita terpaksa harus mengganggu seseorang, misal jika kita menanyakan alamat kepada seseorang dijalan maka akan terasa lebih sopan dan menghargai bila kita bertanya dengan didahului ucapan : Maaf Bapak/Ibu saya terpaksa mengganggu, apakah Bapak/Ibu mengetahui alamat yang saya cari ini, dengan ucapan seperti itu saya yakin orang yang ditanya akan menjawab dengan ramah dan akan menunjukkan alamat yang kita cari jika mereka mengetahuinya. 

Tetapi jika kita bertanya dengan tidak sopan maka kita masih beruntung jika mereka mau menjawab dan yang paling sering mereka akan membuang muka atau bahkan menunjukkan arah yang salah dengan sikap yang tidak sopan pula.

Tolong adalah suatu ucapan bahwa kita meminta tolong kepada seseorang bahwa kita menghargainya dan tidak memerintah dengan kasar. Misal : Pada saat rapat suasan tidak tenang maka pemimpin rapat dapat mengatakan Tolong saat ini jangan bicara sendiri-sendiri karena kita sedang membahas hal-hal yang sangat penting. Jika kita kerumah teman dan tidak bertemu yang bersangkutan tetapi hanya ditemui orang tuanya maka akan terasa beradabnya kita jika kita menyampaikan ucapan : Bapak/Ibu bisakah saya minta tolong untuk titip pesan untuk ……, sampaikan kalau saya kesini dan ada perlu dengannya jika nanti dia pulang tolong menghubungi saya, maka orangtua teman kita tentu dengan senang hati akan menyampaikan pesan kita kepada anaknya dan akan berbeda sikapnya jika kita berkata : Bilang sama anakmu aku kesini dan suruh dia bertemu denganku, maka orang tua teman kita dalam hati akan berkata : Dasar anak gemblung tidak tahu sopan santun cari saja sendiri, cepat pergi. Nah lho bukanya ditolong malah disumpahin.

Terima kasih adalah ucapan terakhir yang paling sering kita lupakan bahkan sering tidak mau kita ucapkan, kenapa ? karena kita tidak mau menghargai orang lain, karena ucapan terima kasih harus keluar dari hati nurani kita yang paling dalam sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan maupun orang yang telah menolong atau membantu kita.

Disainer Garuda Pancasila



Berkali-kali negara Indonesia disibuk dengan kasus hak cipta, setelah batik, tarian Reog Ponorogo, alat musik Angklung, lagu Rasa Sayange dan masih banyak lagi budaya yang jelas-jelas asli Indonesia yang di klaim oleh negara lain. Dan yang tak kalah hebohnya lambang negara Indonesia Burung Garuda mendapat kasus yang sama, dimana salahsatu perusahaan fashion terbesar “Armani Exchange”. Namun kemudian terbukti mereka tanpa sengaja menggunakan lambang tersebut ditambah dengan pernyataan Juru Bicara Kepresidenan, Julian A Pasha, di Kantor Presiden bahwa lambang tersebut bukanlah lambang garuda melainkan menyerupai burung garuda yang menjadi lambang negara indonesia. Dari kejadian ini dan mungkin kasus-kasus yang terdahulu kita bisa mengambil hikmah dari sana, bahwa begitu berharganya warisan bangsa yang kita miliki saat ini. Sedikit kita melihat ke belakang siapa sesungguhnya yang mendisain lambang garuda yang saat ini kita sering lihat.


Berawal pada tahun 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis Muhammad Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M. A. Pellaupessy, Mohammad Natsir, dan RM Ngabehi Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah.


Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”.

Tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.


Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali – Garuda Pancasila dan disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri.


AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Departemen Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “’tidak berjambul”’ seperti bentuk sekarang ini.

Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS. Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes, Jakarta pada 15 Februari 1950.


Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno.

Tanggal 20 Maret 1950, bentuk akhir gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk akhir rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.


Hamid II diberhentikan pada 5 April 1950 akibat diduga bersengkokol dengan Westerling dan APRA-nya


Hal lain yang juga dilakukan untuk menghilangkan eksistensi Sultan Hamid II adalah perihal siapa yang menjadi desainer dari Lambang Negara Indonesia yang masih terpakai hingga saat ini, yaitu Burung Garuda (biasa juga disebut Garuda Pancasila). Meski sejarah menutup-nutupi, namun sumbangsih Sultan Hamid II selaku perancang Lambang Negara Indonesia tersebut tak boleh dilupakan.


Boleh jadi sejarah dan pencatatan sejarah tidak berpihak kepada Sultan yang cerdas ini. Begitulah penyakit negara bangsa yang kerap dengan mudahnya menghilangkan jasa-jasa dan apa-apa yang telah diperbuat seseorang hanya karena adanya perbedaan pandangan, adanya perbedaan visi seperti mengenai ideologi dan model/bentuk negara, serta adanya pertentangan politik akibat perbedaan itu, terutama jika bertentangan dengan rezim yang berkuasa. Karena rezim yang berkuasalah yang menentukan seperti apa sejarah hendak dicatat dan diceritakan kepada generasi berikutnya.